Dilema, Ma’ramme Pulu dan Kepastian Maulid

Menjelang azan salat Ashar, aku, Salma dan Rabiah berjalan dari arah kampus menuju sekret APPM yang terselip dipinggiran pondok Indah. Riuh teman-teman di sekret sudah terdengar dari jarak 20 M. Cirikhas angkatan 018 memang demikian.

Kami pun tiba, sudah ada Hayati, Rahmah, Ilham, Nunnang, Latib, dll. Selanjutnya kami berapat.

Foto Angkatan 018 Rapat Persiapan Maulid APPM
Rapat dibuka sama Latib, selanjutnya diserahkan kepada Ilham. Hampir semua orang yang terlibat dirapat sore ini bersuara, ide-ide pun bermunculan, kontradiksi tak jarang ditemui.

Perlengkapan untuk maulid nanti sudah 80% walaupun tidak semua anggota angkatanku mengumpulkan uang sebagaimana yang disepakati. Padahal masih ada beberapa yang harus dibeli.

Telur sudah ada, bahkan rencana beli buah salak untuk menggantikan kekurangan telur (lebih mahal beli telur loh), pulu’ sudah ada, kertas hiasan, tusuk telur juga sudah ada, sisa mengerjakannya.

Uang pun terkumpul lagi dirapat sore ini, demi menambah kekurangan. Namun pertanyaan terkahir yang muncul dirapat ialah kapan kita merendam pulu’ sebagai proses awal pembuatan Sokko’ atau kalo versi upin-ipin, nasi lemak.

Hayati sebagai juru masak angkatan kami juga bingung, toh kepastian tempat belum ada kabar yang bisa saja mempengaruhi penentuan waktu mauled, bisa saja diundur lagi. “Aduuhhh...”, tutup Hayati.

Wisma

Pulu' (Beras Ketan)
Upin-Ipin (Film Animasi dari Malaysia)
Sokko' (Nasi Ketan)

Posting Komentar

0 Komentar