Gunung, sungai, sawah, dan hawa ;
aksara yang tak mampu ditafsirkan para penunggunya
aksara yang tak mampu ditafsirkan para penunggunya
Amoral, serakah, tamak, dan keangkuhan ;
ialah pengejewantahan ilusi semesta yang fana
ialah pengejewantahan ilusi semesta yang fana
Semuanya menjadi kejemawaan masa,
yang mencoba menyangkal hakikat keluhuran.
memaksa penungu-penunggu muda
melupakan alegori masa dini.
yang mencoba menyangkal hakikat keluhuran.
memaksa penungu-penunggu muda
melupakan alegori masa dini.
Iktisar dari Narasi Batetangnga ;
ia bagai konglomerasi folklore yang luput
dikisahkan
dalam bait ode yang mengalun pelan di panggung peradaban.
dalam bait ode yang mengalun pelan di panggung peradaban.
Bagai cenderasah yang berbasuh pinta keampuhan
tak mampu lagi menebas batang ilusi futuris.
tak mampu lagi menebas batang ilusi futuris.
Lalu bagaimanakah ia di masa mendatang ?
penulis naskah pun enggan
membuka lembaran berikutnya.
penulis naskah pun enggan
membuka lembaran berikutnya.
Cipt. F. R. Zain / Ame’
Vidio Musikalisasi Puisi Narasi Batetangnga :


0 Komentar