Puisi : Narasi Batetangnga


Gunung, sungai, sawah, dan hawa ;
aksara yang tak mampu ditafsirkan para penunggunya

Amoral, serakah, tamak, dan keangkuhan ;
ialah pengejewantahan ilusi semesta yang fana

Semuanya menjadi kejemawaan masa,
yang mencoba menyangkal hakikat keluhuran.
memaksa penungu-penunggu muda
melupakan alegori masa dini.

Iktisar dari Narasi Batetangnga ;
ia bagai konglomerasi folklore yang luput dikisahkan
dalam bait ode yang mengalun pelan di panggung peradaban.

Bagai cenderasah yang berbasuh pinta keampuhan
tak mampu lagi menebas batang ilusi futuris.

Lalu bagaimanakah ia di masa mendatang ?
penulis naskah pun enggan
membuka lembaran berikutnya.

Cipt. F. R. Zain / Ame’

Vidio Musikalisasi Puisi Narasi Batetangnga :


Posting Komentar

0 Komentar